You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
30 Bangunan Liar dan Lapak PKL Ditertibkan di Penjaringan
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Bangunan Liar dan Lapak PKL di Penjaringan Ditertibkan

Sebanyak 30 bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kolong Jembatan Kali Opak, Jalan Bakti, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ditertibkan petugas, Senin (24/8). Penertiban dilakukan untuk memperlancar aliran air di Kali Opak.

Keberadaan gubuk liar dan lapak tersebut telah membuat saluran kali menyempit dan jadi tampak kumuh

Lurah Penjaringan, Suranta mengatakan, bangunan liar yang berdiri di kolong jembatan tersebut telah membuat kali menjadi menyempit dan tampak kumuh.

Pihaknya, kata Suranta, mengerahkan sebanyak 30 petugas gabungan untuk melakukan penertiban. "Keberadaan gubuk liar dan lapak tersebut telah membuat saluran kali menyempit dan jadi tampak kumuh. Untuk itu agar kembali normal, maka semua bangunan kami bongkar," ujar Suranta, Senin (24/8).

Penertiban Kampung Pulo Rampung

Pascapenertiban, tambah Suranta, pihaknya akan membersihkan sampah serta melebarkan kali dengan mengeruk lumpur pinggir kali yang mengering.

Agar tidak kembali ditempati, pihaknya juga akan melakukan pengecekan secara rutin. "Bila ternyata masih ada yang mendirikan bangunan di kolong jembatan, maka akan langsung kami bongkar," tandas Suranta.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6913 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5681 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3608 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2134 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1897 personAnita Karyati